08 July 2011

deep faith..


then I remembered the story of Asiyah, and suddenly realized something amazing.
she carried in her such a deep faith that she was willing to die for it.

Asiyah was undergoing the most severe torture any person could imagine. Pharoah was the greatest tyrant ever to walk the earth.

He wasn’t just a ruler over her. He was her husband. And in her final moments, Pharoah began to brutally torture her.

But something strange happened. Asiyah smiled. She was going through one of the most severe hardships any human being could experience, and yet she smiled...

Indeed Allah sends the trials, whereby we may be purified, strengthened and returned to Him

Allah sends the test, but with it He can send the sabr (patience), and even therida (contentment) to withstand it.
“May you be shown your Home in Jannah so that any hardship is made easy on you.”
Our physical eyes will not see jannah in this life. But, if Allah wills, the vision of our heart can be shown the home with Him, so that every difficulty is made easy...

Allah musta'an :)
smile^^,

01 July 2011

pencil


The Pencil Maker took the pencil aside, just before putting him into the box. “There are 5 things you need to know,” he told the pencil, “Before I send you out into the world. Always remember them and never forget, and you will become the best pencil you can be.

One: “You will be able to do many great things, but only if you allow yourself to be held in someone’s hand.”

Two: “You will experience a painful sharpening from time to time, but you’ll need it to become a better pencil.”

Three: “You will be able to correct any mistakes you might make.”

Four: “The most important part of you will always be what's inside.”

And Five: “On every surface you are used on, you must leave your mark. No matter what the condition, you must continue to write.”

The pencil understood and promised to remember, and went into the box with purpose in its heart.

*******************************************************************************************************************

Now replacing the place of the pencil with you. Always remember them and never forget, and you will become the best person you can be.

One: “You will be able to do many great things, but only if you allow yourself to be held in God’s hand. And allow other human beings to access you for the many gifts you possess.”

Two: “You will experience a painful sharpening from time to time, by going through various problems in life, but you’ll need it to become a stronger person.”

Three: “You will be able to correct any mistakes you might make.”

Four: “The most important part of you will always be what’s on the inside.”

And Five: “On every surface you walk through, you must leave your mark. No matter what the situation, you must continue to do your duties.”

Allow this parable on the pencil to encourage you to know that you are a special person and only you can fulfill the purpose to which you were born to accomplish. Never allow yourself to get discouraged and think that your life is insignificantand cannot make a change


http://www.iluvislam.com/english/motivation/inspiration/657-parable-of-the-pencil.html

28 June 2011

belajar ikhlas krn Allah? ^^,


“Mari ku ajarkan mu tentang ikhlas,” kata seorang guru kepada muridnya.
“Nanti saya ambilkan buku dan pena untuk menulisnya.”
“Tak payah, bawa sahaja karung guni.”
“Karung guni?” soal anak muridnya, seperti tidak percaya.
“Mari kita ke pasar!”

Dalam perjalanan ke pasar mereka berdua melalui jalan yang berbatu-batu.
“Kutip batu-batu yang besar dan masukkan ke dalam guni yang kau bawa itu,” kata guru itu memberi arahan.
Tanpa soal, anak muridnya memasukkan batu-batu besar yang mereka temui sepanjang jalan.
“Cukup?”
“Belum, isi sampai penuh karung guni itu. Lebih banyak lebih baik.”

Sampai di pasar, mereka berdua tidak membeli apa-apa pun. Gurunya hanya berlegar-legar, melihat-lihat dan kemudiannya mula beredar ke luar.
“Tok guru, kita tidak beli apa-apa kah?”
“Tidak. Bukankah karung guni mu telah penuh?”
“Ya, ya…” kata murid itu sambil memikul guni yang berat itu kelelahan.

“Banyak beli barang,” tegur seorang kenalan apabila melihat anak murid itu memikul guni yang berisi penuh dengan batu-batu.
“Wah, tentu mereka berdua ini orang kaya. Banyak sungguh barang yang mereka beli,” bisik orang lalu-lalang apabila melihat guru dan anak murid tersebut.
“Agaknya, mereka hendak buat kenduri dengan barang-barang yang banyak itu,” kata orang yang lain.

Sampai sahaja di tempat tinggal mereka, murid tadi meletakkan guni yang berisi batu-batu tadi.
“Oh, letih sungguh… apa yang kita nak buat dengan batu-batu ni Tok?”
“Tak buat apa-apa.”
“Eh, kalau begitu letih sahajalah saya,” balas anak murid.
“Letih memang letih, tapi kamu dah belajar tentang ikhlas…”
“Bagaimana?” tanya anak murid itu kehairanan.

“Kamu dah belajar apa akibatnya tidak ikhlas dalam beramal.”
“Dengan memikul batu-batu ini?”
“Ya. Batu-batu itu umpama amalan yang riyak. Tidak ikhlas. Orang memujinya seperti orang-orang di pasar tadi memuji banyaknya barang yang kamu beli. Tapi, kamu sendiri tahu itu bukan barang makanan atau keperluan tetapi hanya batu-batu…”
“Amal yang tidak ikhlas umpama batu-batu ini?”
“Ya, hanya beratnya sahaja yang terpaksa ditanggung. Dipuji orang, tetapi tidak ada nilainya di sisi Allah. Yang kamu dapat, hanya penat…”
“Ya, sekarang saya sudah faham apa akibat jika beramal tetapi tidak ikhlas!” ujar murid itu. Sekarang dia sudah faham apa akibatnya RIYAK dalam beramal.

Pengajaran:
Ramai manusia tertipu dalam beramal kerana mengharapkan pujian orang. Padahal kata pujian daripada orang-orang itu tidak akan memberi manfaat pun kepadanya pada hari akhirat. Malah, mengharap pujian daripada manusia hanya akan menyebabkan diri terseksa kerana terpaksa hidup dalam keadaan yang bermuka-muka.

21 June 2011

menjaga lisan

HADITS KEDUAPULUH SEMBILAN

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي عَنِ النَّارِ، قَالَ : لَقَدْ سَأَلْتَ عَنْ عَظِيْمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيْرٌ عَلىَ مَنْ يَسَّرَهُ اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ : تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً، وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ، وَتَحُجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيْئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ، ثُمَّ قَالَ : } تَتَجَافَى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ.. –حَتَّى بَلَغَ- يَعْمَلُوْنَ{ُ ثمَّ قَالَ : أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ وُعَمُوْدِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ ؟ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : رَأْسُ اْلأَمْرِ اْلإِسْلاَمُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ؟ فَقُلْتُ : بَلىَ يَا رَسُوْلَ اللهِ . فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالِ : كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ، وَهَلْ يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ –أَوْ قَالَ : عَلىَ مَنَاخِرِهِمْ – إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ . [رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata :

Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka,

beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, :


Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun,

menegakkan shalat,

menunaikan zakat,

puasa Ramadhan

dan pergi haji

. Kemudian beliau (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?;

Puasa adalah benteng,

Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api,

dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”.

Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?,

aku menjawab : Mau ya Nabi Allah.

Pokok perkara adalah Islam,

tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad.

Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?,

saya berkata : Mau ya Rasulullah.

Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda:

Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk).

Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?,

beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka .

(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih)

20 June 2011

hidup itu seperti kayuh sampan ^^,


bismillah.

~life is like sailing in a boat. Sometimes when things go wrong-when the engines not working- the boat has no option but to sail with the wind and the waves. Whichever way the wind blows- there it sails. Whatever conditions Allah puts us in, there we will be. Sometimes we arent able to change the situation, but we can change how we react towards it.. :)

teringat pertanyaan syazana semalam..

'akak,akak memang suke senyum ye?adik2 yg lain pun cakap akak memang suka senyum.
apa rahsia akak ye?akak memang xde masalah ye dalam hidup?'

:)hehe..cumeyl sungguh soklan itu

dan qoute kat atas itu
adalah jwpannya..

hidup ini kembarnya ujian
setiap saat dan ketika dalam dewan peperiksaan
dalam dewan ujian
yg disaksikan malaikat kiri dan kanan
dan dilihat Allah..

dan dalam hati itu hanya Allah yang tahu.
semoga kita semua sentiasa tabah hati
tak berbelah bahagi..^^,

tarbiyyah dari Allah itu cukup cantik
malah terlalu cantik
alhamdulillah ala kulli hal.. :)


18 June 2011

tasbih,tahmid,dan istighfar :)



hanya org yg pernah merasai apa itu tawakal akan menyedari betapa indahnya tawakal.

:)

bersyukurlah dgn syukur yg banyak
kerana kita masih ada Allah..
kerana kita dipilih oleh Allah utk melalui ujian sedemikian..

16 June 2011

hiduplah laksana pengembara

Hadits Keempat Puluh

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .

[رواه البخاري]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “

(Riwayat Bukhori)

Pelajaran :

1. Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan memperbanyak ketaatan, tidak lalai dan menunda-nunda karena dia tidak tahu kapan datang ajalnya.

2. Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya berlalu.

3. Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepadanya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah ta’ala untuk kehidupan akhirat.

4. Hati-hati dan khawatir dari azab Allah adalah sikap seorang musafir yang bersungguh-sungguh dan hati –hati agar tidak tersesat.

5. Waspada dari teman yang buruk hingga tidak terhalang dari tujuannya.

6. Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa dan mendatangkan manfaat, seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat.

7. Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan mempersiapkan diri untuk kematian dan bersegera bertaubat dan beramal shaleh.

8. Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar, adalah agar beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan. Menunjukkan bahwa seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya kepadanya dan kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini dapat menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada umumnya dilakukan oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya.

Media Muslim INFO Project | http://www.mediamuslim.info | Indonesia @ 1428 H / 2007 M