20 June 2011

hidup itu seperti kayuh sampan ^^,


bismillah.

~life is like sailing in a boat. Sometimes when things go wrong-when the engines not working- the boat has no option but to sail with the wind and the waves. Whichever way the wind blows- there it sails. Whatever conditions Allah puts us in, there we will be. Sometimes we arent able to change the situation, but we can change how we react towards it.. :)

teringat pertanyaan syazana semalam..

'akak,akak memang suke senyum ye?adik2 yg lain pun cakap akak memang suka senyum.
apa rahsia akak ye?akak memang xde masalah ye dalam hidup?'

:)hehe..cumeyl sungguh soklan itu

dan qoute kat atas itu
adalah jwpannya..

hidup ini kembarnya ujian
setiap saat dan ketika dalam dewan peperiksaan
dalam dewan ujian
yg disaksikan malaikat kiri dan kanan
dan dilihat Allah..

dan dalam hati itu hanya Allah yang tahu.
semoga kita semua sentiasa tabah hati
tak berbelah bahagi..^^,

tarbiyyah dari Allah itu cukup cantik
malah terlalu cantik
alhamdulillah ala kulli hal.. :)


18 June 2011

tasbih,tahmid,dan istighfar :)



hanya org yg pernah merasai apa itu tawakal akan menyedari betapa indahnya tawakal.

:)

bersyukurlah dgn syukur yg banyak
kerana kita masih ada Allah..
kerana kita dipilih oleh Allah utk melalui ujian sedemikian..

16 June 2011

hiduplah laksana pengembara

Hadits Keempat Puluh

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .

[رواه البخاري]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “

(Riwayat Bukhori)

Pelajaran :

1. Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan memperbanyak ketaatan, tidak lalai dan menunda-nunda karena dia tidak tahu kapan datang ajalnya.

2. Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya berlalu.

3. Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepadanya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah ta’ala untuk kehidupan akhirat.

4. Hati-hati dan khawatir dari azab Allah adalah sikap seorang musafir yang bersungguh-sungguh dan hati –hati agar tidak tersesat.

5. Waspada dari teman yang buruk hingga tidak terhalang dari tujuannya.

6. Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa dan mendatangkan manfaat, seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat.

7. Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan mempersiapkan diri untuk kematian dan bersegera bertaubat dan beramal shaleh.

8. Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar, adalah agar beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan. Menunjukkan bahwa seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya kepadanya dan kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini dapat menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada umumnya dilakukan oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya.

Media Muslim INFO Project | http://www.mediamuslim.info | Indonesia @ 1428 H / 2007 M

13 June 2011

bersediakah?


yajibu 'alayna 'an isti'dad li shahr ramadhan..
jangan biarkan bulan ramadhan yang akan tiba berlalu begitu sahaja..rugi!

hati yang lalai pada permulaan nya,akan terus leka sepanjang ketibaan bulan yang mulia itu nanti..

untuk menghadapi suatu perlumbaan,seorang atlet lari pecut memerlukan stamina yang mantap supaya dapat berlari dengan sebaiknya..
begitulah juga sepatutnya persediaan kita untuk menghadapi 'perlumbaan' merebut ganjaran di bulan Ramadhan..
ayuh sama-sama 'warm up' amalan di bulan rejab & sya'ban ni..

Segelintir cerdik pandai mengatakan bulan Rajab ialah bulan dimana benih-benih mula ditanam. Sya’ban adalah bulan dimana benih-benih itu disirami air dan Ramadan ialah bulan dimana hasil-hasil buah-buahan dipetik

allahumma balighna fi shahri ramadhan.

-pinjam kata2 farah adiba :) -

12 June 2011

hadis 15 :)

يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran :

1. Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.

2. Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim.

3. Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya .

4. Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.

5. Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.

6. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh.

7. Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan memperhatikanya serta tidak menyakitinya.

8. Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan yang haq dan beramar ma’ruf nahi munkar.

9. Memuliakan tamu termasuk diantara kemuliaan akhlak dan pertanda komitmennya terhadap syariat Islam.

10. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.

03 June 2011

everything begins with tarbiyyah

http://www.youtube.com/watch?v=dz6cJN1jU44&playnext=1&list=PL38830B8C0C7961FB




Ya Allah, give us all the ability to wake up with less love for this World and more for the hereafter. .
Ya Allah, grant us strength in faith and firmness in believing Allah SWT’s decree and in the Prophet (SAW)’s saying..
Ya Allah, grant us the ability to rise today insha’Allah and stand up for all those under injustice and oppression.


ya Allah, allow us to aid our brothers and sisters who are heavily burdened.
May Your Immense blessing and mercy be showered upon the oppressed.
May Allah SWT exchange their fear and hardship with tranquillity and ease.
May He SWT bring guidance to the oppressors and keep us all firm on the straight path.

Ameen Ya Rabbal Alaamin

02 June 2011

hidup adalah perjalanan pulang..

Hidup ini adalah perjalanan pulang menuju Allah SWT. Setiap detik waktu yang kita lalui, setiap hari baru yang kita temui dan setiap pertambahan umur kita mendekatkan kita kepada kematian. Setiap hari umur kita semakin berkurangan bukan bertambah. Bahkan kematian itu sebenarnya begitu hampir dengan kita dan akan datang bila-bila masa tanpa izin dan kerelaan kita.

Setiap hari begitu ramai manusia yang seumur kita dipanggil pulang mengadap Allah SWT bahkan ada yang jauh lebih muda dari kita. Apa yang menjadikan kita begitu yakin akan bertemu fajar esok.

Sahabat-sahabat Rasul RA tidak pernah yakin akan hidup sampai keesok hari. Kata Saidina Ali RA, ia hanya pernah sekali merasa begitu yakin akan hidup untuk hari esoknya; ketikamana Rasulullah SAW memintanya menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya. Sebelum berhijrah meninggalkan Saidina Ali di posisi yang begitu bahaya baginda berpesan agar ia memulangkan semua harta yang disimpan oleh baginda kepada pemilik-pemiliknya. Pesanan baginda Rasulullah SAW itulah yang menjadikan dirinya begitu yakin akan hidup sampai kehari yang seterusnya.

Mereka (para sahabat) benar-benar mencintai akhirat bahkan mereka adalah anak-anak akhirat yang melihat dunia dari jendela kematian. Dunia bagi mereka begitu sementara, seketika dan sekadar laluan sementara. Seluruh kesibukan mereka ditumpukan kepada persediaan untuk balik kepada Allah SWT. Sikap mereka terhadap dunia begitu dingin dan gersang. Mereka tidak mengeluh dengan kepayahan dan kesakitan dunia kerana itu bukanlah musibah sebenar bagi mereka sebaliknya fenomena biasa bagi dunai sebagai pentas ujian dan medan amal. Bagi mereka musibah yang sebenar ialah musibah yang menimpa hati mereka hingga mereka kufur dan hidup bergelumang dosa atau sekurang-kurang ragu-ragu terhadap kesempurnaan Ilmu, Keadilan dan Kasih Sayang Allah SWT.

Aduhai jiwa yang bersalut dosa

Betapa kesementaraan ini mengugah rasa

Betapa kekerdilan diri ini

Menumbuhkan harap dan asa

Untuk sekelumit rahmat dan pengampunanNya

Aduhai jiwa yang sering terleka

Betapa sering diri ini ketinggalan masa

Untuk belajar menghargai

Atau bersedia menanti hari

Agar terwarna makna hakiki

Aduhai Pemilik jiwa yang kerdil ini

Betapa kami mengharapkan taufiq dan hidayah Mu

Betapa ingin kami menjadi hamba Mu

Hidup dalam ketaatan

dan dijemput pulang dalam kerahmatan

Aduhai Pemilik jiwa yang alpa ini

Terimalah keuzuran kami

Agar redhaMu sentiasa menyinari hati dan hidup kami

http://langitilahi.com/2011/04/15/perjalanan-menuju-allah/