16 June 2011

hiduplah laksana pengembara

Hadits Keempat Puluh

عَنْ ابْنِ عُمَرْ رضي الله عَنْهُمَا قَالَ : أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ : كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ . وَكاَنَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ : إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ .

[رواه البخاري]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “

(Riwayat Bukhori)

Pelajaran :

1. Bersegera mengerjakan pekerjaan baik dan memperbanyak ketaatan, tidak lalai dan menunda-nunda karena dia tidak tahu kapan datang ajalnya.

2. Menggunakan berbagai kesempatan dan momentum sebelum hilangnya berlalu.

3. Zuhud di dunia berarti tidak bergantung kepadanya hingga mengabaikan ibadah kepada Allah ta’ala untuk kehidupan akhirat.

4. Hati-hati dan khawatir dari azab Allah adalah sikap seorang musafir yang bersungguh-sungguh dan hati –hati agar tidak tersesat.

5. Waspada dari teman yang buruk hingga tidak terhalang dari tujuannya.

6. Pekerjaan dunia dituntut untuk menjaga jiwa dan mendatangkan manfaat, seorang muslim hendaknya menggunakan semua itu untuk tujuan akhirat.

7. Bersungguh-sungguh menjaga waktu dan mempersiapkan diri untuk kematian dan bersegera bertaubat dan beramal shaleh.

8. Rasulullah memegang kedua pundak Abdullah bin Umar, adalah agar beliau memperhatikan apa yang akan beliau sampaikan. Menunjukkan bahwa seorang pelajar harus diajarkan tentang perhatian gurunya kepadanya dan kesungguhannya untuk menyampaikan ilmu kedalam jiwanya. Hal ini dapat menyebabkan masuknya ilmu, sebagaimana hal itu juga menunjukkan kecintaan Rasulullah kepada Abdullah bin Umar, karena hal tersebut pada umumnya dilakukan oleh seseorang kepada siapa yang dicintainya.

Media Muslim INFO Project | http://www.mediamuslim.info | Indonesia @ 1428 H / 2007 M

13 June 2011

bersediakah?


yajibu 'alayna 'an isti'dad li shahr ramadhan..
jangan biarkan bulan ramadhan yang akan tiba berlalu begitu sahaja..rugi!

hati yang lalai pada permulaan nya,akan terus leka sepanjang ketibaan bulan yang mulia itu nanti..

untuk menghadapi suatu perlumbaan,seorang atlet lari pecut memerlukan stamina yang mantap supaya dapat berlari dengan sebaiknya..
begitulah juga sepatutnya persediaan kita untuk menghadapi 'perlumbaan' merebut ganjaran di bulan Ramadhan..
ayuh sama-sama 'warm up' amalan di bulan rejab & sya'ban ni..

Segelintir cerdik pandai mengatakan bulan Rajab ialah bulan dimana benih-benih mula ditanam. Sya’ban adalah bulan dimana benih-benih itu disirami air dan Ramadan ialah bulan dimana hasil-hasil buah-buahan dipetik

allahumma balighna fi shahri ramadhan.

-pinjam kata2 farah adiba :) -

12 June 2011

hadis 15 :)

يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran :

1. Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.

2. Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim.

3. Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya .

4. Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.

5. Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.

6. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh.

7. Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan memperhatikanya serta tidak menyakitinya.

8. Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan yang haq dan beramar ma’ruf nahi munkar.

9. Memuliakan tamu termasuk diantara kemuliaan akhlak dan pertanda komitmennya terhadap syariat Islam.

10. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.

03 June 2011

everything begins with tarbiyyah

http://www.youtube.com/watch?v=dz6cJN1jU44&playnext=1&list=PL38830B8C0C7961FB




Ya Allah, give us all the ability to wake up with less love for this World and more for the hereafter. .
Ya Allah, grant us strength in faith and firmness in believing Allah SWT’s decree and in the Prophet (SAW)’s saying..
Ya Allah, grant us the ability to rise today insha’Allah and stand up for all those under injustice and oppression.


ya Allah, allow us to aid our brothers and sisters who are heavily burdened.
May Your Immense blessing and mercy be showered upon the oppressed.
May Allah SWT exchange their fear and hardship with tranquillity and ease.
May He SWT bring guidance to the oppressors and keep us all firm on the straight path.

Ameen Ya Rabbal Alaamin

02 June 2011

hidup adalah perjalanan pulang..

Hidup ini adalah perjalanan pulang menuju Allah SWT. Setiap detik waktu yang kita lalui, setiap hari baru yang kita temui dan setiap pertambahan umur kita mendekatkan kita kepada kematian. Setiap hari umur kita semakin berkurangan bukan bertambah. Bahkan kematian itu sebenarnya begitu hampir dengan kita dan akan datang bila-bila masa tanpa izin dan kerelaan kita.

Setiap hari begitu ramai manusia yang seumur kita dipanggil pulang mengadap Allah SWT bahkan ada yang jauh lebih muda dari kita. Apa yang menjadikan kita begitu yakin akan bertemu fajar esok.

Sahabat-sahabat Rasul RA tidak pernah yakin akan hidup sampai keesok hari. Kata Saidina Ali RA, ia hanya pernah sekali merasa begitu yakin akan hidup untuk hari esoknya; ketikamana Rasulullah SAW memintanya menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya. Sebelum berhijrah meninggalkan Saidina Ali di posisi yang begitu bahaya baginda berpesan agar ia memulangkan semua harta yang disimpan oleh baginda kepada pemilik-pemiliknya. Pesanan baginda Rasulullah SAW itulah yang menjadikan dirinya begitu yakin akan hidup sampai kehari yang seterusnya.

Mereka (para sahabat) benar-benar mencintai akhirat bahkan mereka adalah anak-anak akhirat yang melihat dunia dari jendela kematian. Dunia bagi mereka begitu sementara, seketika dan sekadar laluan sementara. Seluruh kesibukan mereka ditumpukan kepada persediaan untuk balik kepada Allah SWT. Sikap mereka terhadap dunia begitu dingin dan gersang. Mereka tidak mengeluh dengan kepayahan dan kesakitan dunia kerana itu bukanlah musibah sebenar bagi mereka sebaliknya fenomena biasa bagi dunai sebagai pentas ujian dan medan amal. Bagi mereka musibah yang sebenar ialah musibah yang menimpa hati mereka hingga mereka kufur dan hidup bergelumang dosa atau sekurang-kurang ragu-ragu terhadap kesempurnaan Ilmu, Keadilan dan Kasih Sayang Allah SWT.

Aduhai jiwa yang bersalut dosa

Betapa kesementaraan ini mengugah rasa

Betapa kekerdilan diri ini

Menumbuhkan harap dan asa

Untuk sekelumit rahmat dan pengampunanNya

Aduhai jiwa yang sering terleka

Betapa sering diri ini ketinggalan masa

Untuk belajar menghargai

Atau bersedia menanti hari

Agar terwarna makna hakiki

Aduhai Pemilik jiwa yang kerdil ini

Betapa kami mengharapkan taufiq dan hidayah Mu

Betapa ingin kami menjadi hamba Mu

Hidup dalam ketaatan

dan dijemput pulang dalam kerahmatan

Aduhai Pemilik jiwa yang alpa ini

Terimalah keuzuran kami

Agar redhaMu sentiasa menyinari hati dan hidup kami

http://langitilahi.com/2011/04/15/perjalanan-menuju-allah/


28 May 2011

ujian itu rahsia Allah..

Bismillahirahmaniraheem..

Setiap manusia yang Allah cipta sentiasa akan diberi musibah,ujian atau masalah hidup didunia yang sementara ini.Tipu jika seseorang itu berkata yang dia tidak pernah ditimpa musibah. Setiap orang ada masalahnya tersendiri,Allah uji dengan berbagai-bagai ujian tetapi sebabnya adalah sama.

Allah menguji seseorang itu kerana Allah swt mempunyai rahsianya tersendiri,sama ada Allah hendak tambah iman kita atau hendak uji sejauh mana keimanan kita. Dan kerana sesuatu ujian itulah yang membuka mata hati kita,yang mendidik kita supaya jangan mudah putus asa dalam kehidupan yang bagaikan bahtera dilautan yang penuh dengan onak duri,ujian juga dapat mematangkan kita.

Kadang-kadang kita tertanya-tanya, mempersoalkan kepada Allah swt kenapa kita diberi ujian yang berat sebegitu sekali sehingga kita terlupa pada siapa yang perlu kita mengadu segala masalah kita, pada siapa kita harus minta kembali kekuatan kita. Astagfirullah, lemahnya dan rendahnya iman kita.

Tidak redha dalam menghadapi ujian yang Allah beri terhadap kita. Jika kita anggap diri kita ditimpa musibah yang besar kita hendaklah ingat bukan kita sahaja yang mengalaminya,mungkin ada sahabat-sahabat kita @ saudara seakidah kita yang lain menghadapi musibah yang sama bahkan lebih teruk atau lebih besar dari kita.

Bukankah,Allah telah berkata dengan jelas di dalam Al-Quran yang Allah tidak akan sekali-kali menguji hambaNya diluar kemampuan hambaNya. Allah tahu kita kuat dalam menghadapi ujianNya jadi Allah berikan ujian itu ke atas diri kita. Di sini kita dapat lihat betapa sayang dan kasihnya Allah kepada kita sebagai hambaNya.

Allah menguji seseorang bukan kerana Allah benci kepada kita tetapi percayalah yang Allah sangat kasih kepada kita. Cuma kita sebagai hambaNya tidak pernah hendak bersabar dalam menghadapi ujianNya. Pasti Allah telah aturkan yang terbaik buat kita kerana setiap yang berlaku ada hikmahnya.

Alihkan pandangan matamu ke arah LAUT, airnya cantik membiru dan penuh dengan ketenangan. Tetapi hanya Allah sahaja yang mengetahui rahsia di dalamnya. Begitu juga dengan kehidupan manusia, riang dan ketawa tetapi hanya Allah yang mengetahui rahsia kehidupannya. Jika rasa kecewa, alihkan pandanganmu ke arah SUNGAI, airnya tetap mengalir biarpun berjuta batu yang menghalangnya. Dan jika rasa sedih,alihkan pandanganmu ke arah LANGIT, sedarlah dan sentiasa ingatlah bahawa Allah sentiasa bersamamu.

Jadi seharusnya apa yang perlu kita lakukan? berdoalah kepada Allah, Allah lah tempat kembali segala masalah yang sering membelenggu diri kita. Jangan malu untuk merayu-rayu, meminta-minta, memohon-mohon kepada Allah swt.Selalu diingatkan yang Allah tidak pernah jemu mendengar rintihan hambaNya, Allah itu Maha Mendengar.

Dekatkanlah diri kita dengan pencipta kita yang menguasai seluruh alam, yang memegang hati-hati kita. Disamping berdoa perlulah kita berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi. Mungkin ada yang rasa diri mereka tidak kuat hendak hadapinya tetapi cubalah bangun! Usah tewas dengan hasutan syaitan, cari kembali kekuatan kita kerana kekuatan itu ada dalam diri kita masing-masing. Yakin dengan diri, kuatkan azam dan cita-cita. Usah tonjolkan kelemahan kita pada syaitan kerana syaitan tidak pernah berhenti menghasut agar kita lemah-selemahnya.

Jika rasa tidak kuat, carilah sahabat-sahabat yang sentiasa memberi kata-kata semangat kepada kita dan bukan sahabat yang menjatuhkan kita. Itulah pentingnya sahabat kerana kita tidak mungkin bisa hidup berseorangan.

Kita perlu tahu selepas ujian itu selesai, satu lagi ujian akan datang, maka bersedialah dalam menghadapi ujian yang seterusnya. Untung bagi mereka yang selalu diberi ujian tanda Allah swt sayang padanya. Semoga kita sentiasa menjadi hambaNya yang sentiasa redha atas ujian dan ketentuan Allah swt. Apa yang ditetapkan untuk kita itulah yang terbaik!


http://www.iluvislam.com/tazkirah/dakwah/2419-ujian-itu-rahsia-allah-swt.html


25 May 2011

anda banyak masalah??

Diceritakan bahawa seorang lelaki menghadapi pelbagai masalah yang sangat berat. Hatinya runsing, fikirannya kacau bilau memikirkan jalan penyelesaian yang tak kunjung datang. Pintu-pintu harapan bagaikan tertutup rapat, tidak tahu arah mana hendak dituju, kepada siapa hendak mengadu?

Akhirnya dia membuat keputusan untuk bertemu dengan seorang hakeem (orang bijak pandai), mudah-mudahan dia dapat memberi nasihat berguna dan menunjukkan jalan penyelesaian kepadanya.

Setelah bertemu dengan hakeem tersebut, dia berkata:
- Wahai Hakeem, sesungguhnya aku datang kepadamu untuk mengadu masalah yang aku hadapi, yang membuat aku sangat tertekan, tidak ku temui jalan penyelesaiannya. Maka bantulah aku!
Setelah meneliti wajah lelaki itu, Hakeem berkata:
- Aku ingin bertanya kamu dua soalan. Kamu mesti menjawabnya
- Silakan wahai Hakeem
- Adakah kamu datang ke dunia ini dengan membawa semua masalah-masalah itu brsama dengan kamu?
- Tentunya tidak!
- Adakah kamu akan tinggalkan dunia ini dengan membawa semua masalah-masalah itu bersama dengan kamu?
- Tentunya tidak!
- Perkara yang kamu tidak bawa bersama semasa kamu lahir, dan kamu tidak mahu membawanya bersama ketika kamu mati, maka selayaknya janganlah kamu jadikan masalah ini membenani dirimu. Jadilah kamu seorang yang banyak bersabar dalam menghadapi karenah dunia. Hendaklah pandanganmu ke langit lebih lama daripada pandanganmu ke bumi, nescaya kamu akan perolehi ap yang kamu cari.

Mendengar nasihat itu, lelaki itupun kembali dengan dada yang lapang,fikiran yang tenang dan hati yang girang sambil kata-kata Hakeem diulang-ulang:
- Perkara yang kamu tidak bawa bersama semasa datang, dan kamu tidak akan bawa bersama semasa pulang, maka jangan jadikan ia sebagai beban!

Tambahan beberapa bayt syair karya Imam ash-Shafi’ei:

Biarkan hari-hari berbuat apa yang dia mahu
Tenangkan jiwamu apabila telah berlaku apa yang ditentu
Jangan mengeluh lantaran peristiwa yang berlaku pada malam-malam yang lalu
Kerana segala peristiwa di dunia ini tiada yang akan kekal begitu