10 March 2009

solatku..


Solatku….
Teringat ayana pada perbualan dgn neneknya sewaktu sekolah menengah dulu..
Ayana:nek,nek tahu x sejauh mana solat itu mmpu menghalang seseorang drp melakukan maksiat pada Allah ye?sbbnya td selepas solat zohor di surau,sambil lipat kain sembahyang ,ade sorang ni tp ayana xnaklah bagitau name,dia ade ngumpat pasal cikgu..ayana terdengar sbb ayana duk dekat je ngan kawan ayana tu…mcm mn ye nek?

Nenda:hmm..kalaux silap nenekla,ade satu hadis ni yg berbunyi
كم من قائم حظه من صلاته التعب والنصب
"Berapa ramai orang yang mengerjakan sembahyang, habuan yang ia terima
hanyalah penat dan lelah. (Hadis Riwayat Al-Nasa'i)
benda ni memang biasa terjadi sebenarnya.salah satu sbbnya ialah bila kite tidak menghadirkan hati kita sewaktu solat tu dan kite x faham ape yang kite bace semasa solat tu..contohnya semasa bace doa iftitah: ُ: Sesungguhnya sembahyangku dan ibadatku, hidupku dan matiku, hanyalah
untuk Allah,..bila kita faham apa yg kita ucapkan ni tentulah kite akan rase sesuatu,seolah2 kite telah berjanji dgn Allah bahawa segala urusan adalah kerana Allah semata2..jd kite akan lakukan ibadah tersebut sebaik mungkin kerana kite tujukan ia kepada Allah Yang Maha Agung,pencipta kita..



Ayana:tp kan nek knp kadang2 kite ssh sgt untuk khusyuk dlm solat.kadang2 kite dapat rase ketenangan dan kekuatan yang hadir setiap kali mengerjakan solat,sebolehnya biarlah rase tenang itu kite dapat sampai bila2,tp ade mase yg lain kite x rase perkara begitu ye nek?


Nenek:xpe ayana,banyak2kan berdoa mudah-mudahan perasaan itu akan hadir selalu ye..ayana xyah berputus asa ngan rahmat Allah ye..
Berkata 'ulama':
"Sembahyang itu adalah urusan akhirat, maka kamu masuk menunaikannya
(bererti) kamu telah keluar dari dunia."
'Aisyah r.a mengatakan:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يحدثنا وتحدثه فإذا حضرت الصلاة كأنه لم يعرفنا ولم
نعرفه
"Adalah Rasulullah s.a.w berbicara dengan kami dan kami juga berbicara
dengannya tetapi bila tiba sahaja waktu sembahyang ia seolah-olah tidak
mengenali kami dan kami pula tidak mengenalinya." (Hadis diriwayatkan oleh
Al-Azdi)

08 March 2009

kelebihan ukhwah islamiah



KELEBIHAN UKHWAH

Allah taala mengurniakan beberapa kelebihan bagi mereka yang mengamalkan ukhwah Islamiah dengan ikhlas antaranya ialah :

• Wajah bersinar

"Sungguh di antara hamba-hamba Allah itu ada beberapa orang yang bukan Nabi dan Syuhada', tetapi para Nabi dan Syuhada' mengingini keadaan seperti mereka, kerana kedudukannya di sisi Allah. Sahabat bertanya: " Ya Rasulullah, beritahulah kami siapa mereka? " Rasulullah S.A.W menjawab : " Mereka adalah satu kaum yang cinta-mencintai kerana Allah tanpa ada hubungan dengan sanak kerabat di antara mereka serta tanpa hubungan harta benda yang ada pada mereka. Maka, demi Allah, wajah mereka sungguh bercahaya, sedang mereka tidak takut apa-apa di kala orang lain takut, dan mereka tidak berduka cita ketika orang lain berduka cita ".
( Riwayat Abu Dawud )

• Dosa diampunkan

“Sesunguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya muslim, lalu ia memegang tangannya (berjabat tangan) gugurlah dosa-dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon kering ketika ditiup angina kencang. Sungguh diampuni dosa merekka berdua, meski sebanyak buih di laut”.
(Riwayat Thabrani)

• Berada di bawah naungan arasy

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“sesunguhnya Allah SWT pada hari Kiamat berfirman: “Di manakah orang yang cinta-mencinntai kerana keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi mereka dengan naungan-Ku, pada hari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku”.
(Riwayat Muslim)

• Berada di bawah naungan Mahabbah Ilahi
“Bahawa apabila seseorang mengunjungi saudaranya di desa yang lain, lalu Allah mengutus Malaikat untuk mengikutnya. Ketika Malaikat bertanya: “Kau hendak ke mana?” Ia menjawab: “Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini”. Malaikat terus bertanya:”Apakah kamu akan memberikan sesuatu kepadanya?” Dia menjawab: “Tidak ada, melainkan hanya aku mencintainya kerana Allah SWT’. Malaikat berkata: “Sesunguhnya aku utusan Allah kepadamu, bahawa allah mencintai orang tersebut kerana-Nya”.
(Riwayat Muslim)

• Mendapat syurga dan keredhaanNya

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa menjenguk orang sakit atai mengunjungi saudaranya kerana Allah, maka dia akan dipangil oleh Allah: “Berbahagialah langkahmu, dan engkau telah menyediakan tempat tinggalmu di syurga”.
(Riwayat Tirmidzi)

• Merasai manisnya iman

Rasulullah SAW bersabda:

“Tiga perkara, sesiapa yang memilikinya ia dapat merasakan manisnya iman, iaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi cintanya kepada selain keduanya, cinta pada seseorang kerana Allah, dan membenci kekafiran sebagaimana ia tidak mahu dicampakkan ke dalam api”.
(Riwayat Bukhari-Muslim)

http://jaipk.perak.gov.my/index.php/Majalah-Elektronik/Kajian-Penyelidikan-Ukhwah-Islamiyah.html

04 March 2009

ciri2 mukmin bertaqwa


Seperti kita ketahui bahwa segenap bentuk ibadah kepada Allah ta’aala di dalam ajaran Islam adalah untuk mencetak manusia bertaqwa.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai manusia, beribadahlah kalian kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi bertaqwa.” (QS Al-Baqarah ayat 21)

Termasuk ibadah shaum (puasa) sepanjang bulan Ramadhan adalah untuk melahirkan insan bertaqwa. Lalu apa sebenarnya ciri orang bertaqwa menurut Allah ta’aala? Di dalam Al-Qur’an terdapat banyak sekali ayat yang menggambarkan ciri orang bertaqwa. Namun barangkali salah satu ayat yang menggambarkan ciri utama orang bertaqwa adalah ayat sebagai berikut:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)

Jelas sekali berdasarkan ayat di atas bahwa Allah ta’aala menghendaki orang bertaqwa agar memandang bahwa kehidupan di akhirat yang kekal dan hakiki adalah lebih baik daripada kehidupan di dunia yang fana dan menipu. Hal ini sejalan dengan penggambaran dalam ayat lainnya, yaitu:

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (QS Al-Ankabut ayat 64)

Allah ta’aala menghendaki agar orang bertaqwa memandang kehidupan akhirat dengan penuh kesungguhan karena di sanalah kehidupan sejati akan dijalani manusia. Sedangkan terhadap dunia Allah ta’aala menghendaki orang bertaqwa agar berlaku proporsional saja dan tidak terlampau ngoyo dalam meraih keberhasilannya. Sebab kehidupan dunia ini Allah ta’aala gambarkan sebagai tempat dimana orang sekedar bermain-main dan bersenda-gurau.

Di dunia, pada hakikatnya, orang tidak akan pernah meraih kebahagiaan sejati maupun mengalami penderitaan hakiki. Sementara di akhirat orang bakal senang di surga dalam pengertian yang sesungguhnya dan abadi pula. Dan sebaliknya, di dalam neraka orang akan merasakan penderitaan sejati dan kekal pula. Maka, saudaraku, alangkah naif, hina dan ruginya orang yang rela mempertaruhkan kehidupan abadinya di akhirat kelak dengan alasan ingin merebut keberhasilan dunia. Sungguh orang-orang yang hidup dengan logika sekular seperti itu tentu akan menyesal sangat ketika baru menyadarinya setelah ia berada di alam akhirat. Mereka akan mengakui kekeliruan dan dosa mereka pada saat yang sudah terlambat dan keadaan sudah tidak dapat diperbaiki lagi.

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ

”Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS Al-Mulk ayat 10-11)

Pantaslah bilamana Allah ta’aala memerintahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam agar menjauh dari kaum pencinta dunia. Sebab mereka tidak pernah peduli dengan peringatan yang datang dari Allah ta’aala dan RasulNya.

فَأَعْرِضْ عَنْ مَنْ تَوَلَّى عَنْ ذِكْرِنَا وَلَمْ يُرِدْ إِلَّا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ذَلِكَ مَبْلَغُهُمْ مِنَ الْعِلْمِ

”Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan hanya menginginkan kehidupan duniawi. Itulah batas pengetahuan mereka.” (QS An-Najm ayat 29-30)

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperingatkan dalam sebuah haditsnya bahwa dampak negatif menjadi pemburu dunia sangat jelas’

مَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ

“Barangsiapa yang dunia adalah ambisinya, niscaya Allah ta’aala cerai-beraikan urusannya dan dijadikan kefakiran di hadapan kedua matanya dan Allah tidak memberinya dari harta dunia ini, kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya.” (HR Ibnu Majah 4095)

Dan sebaliknya, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan manfaat yang diperoleh orang bertaqwa yang menjadikan akhirat sebagai perhatian utamanya.

وَمَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللَّهُ لَهُ أَمْرَهُ وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Dan barangsiapa yang akhirat menjadi keinginannya, niscaya Allah ta’aala kumpulkan baginya urusan(dunia)-nya dan dijadikan kekayaan di dalam hatinya dan didatangkan kepadanya dunia bagaimanapun keadaannya.” (HR Ibnu Majah 4095)

pemburu dunia


Saudaraku, sungguh Allah ta’aala memang Maha Pemurah. Allah ta’aala tidak membedakan pemberian karuniaNya kepada golongan pencinta dunia maupun golongan pemburu akhirat. Keduanya Allah ta’aala berikan bantuan dari kemurahanNya. Namun Allah ta’aala tegaskan bahwa nasib akhir para pemburu akhirat jauh lebih baik dan lebih terpuji.



كُلًّا نُمِدُّ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا

"Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya." (QS Al-Israa ayat 20-21)



Saudaraku, manusia pencinta dunia adalah manusia yang tidak sabar. Sebab mereka ingin memperoleh yang dekat sambil meninggalkan yang jauh. Yang dekat ialah kesenangan dunia fana. Sedangkan yang jauh ialah kebahagiaan hakiki akhirat yang kekal-abadi dan kehadirannya sesudah berlalunya kehidupan dunia ini.



Allah ta’aala berjanji akan menyempurnakan keberhasilan para pencinta dunia di dunia. Allah ta’aala tidak menghalangi pencinta dunia untuk memperoleh keberhasilannya di dunia jika ia penuhi segenap sebab-sebab keberhasilannya. Allah ta’aala tidak akan membiarkan mereka merugi di dunia. Namun Allah ta’aala mengancam dengan kepastian neraka di akhirat bagi mereka dikarenakan sempitnya pandangan mereka yang hanya mengidamkan keberhasilan sebatas dunia fana ini.



مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ

فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ

فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ



"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan" (QS Hud15-16)



Sebagian muslim kadang heran mengapa para pencinta dunia dan ahli maksiat kok semakin hari semakin mudah meraih keberhasilan duniawi. Padahal firman Allah ta’aala di atas jelas-jelas menyebutkan bahwa Allah ta’aala memang memudahkan para pencinta dunia untuk memperoleh apa yang mereka cita-citakan. Ini sudah merupakan hukum Allah ta’aala. Jadi kita tidak perlu merasa heran mengapa orang-orang seperti para selebritis alias ahli maksiat semakin sukses secara duniawi.



Begitu pula sebaliknya. Ada sebagian muslim yang sulit memahami mengapa orang-orang beriman hidupnya di dunia begitu sulit dan sarat penderitaan. Padahal memang inilah ketentuan yang sudah digariskan oleh Allah ta’aala. Bahkan dalam sebuah hadits Nabi shollallahu ’alaihi wa sallam jelas-jelas bersabda:



الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ



"Dunia itu penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir." (HR Tirmidzy 2246)



Orang beriman hidup di dunia laksana dalam penjara karena ia dengan penuh kesadaran memilih jalan hidup yang sarat dengan komitmen terhadap peraturan dan batasan-batasan yang telah digariskan Allah ta’aala. Ia tidak pernah merasa enggan dan keberatan untuk mentaati peraturan dan batasan Allah ta’aala sebab ia tahu bahwa dengan menempuh jalan hidup seperti itulah ia bakal memasuki kehidupan selanjutnya dengan penuh kehormatan dan kebahagiaan hakiki. Ia tidak merasa keberatan dengan segala kesulitan hidup dunia sebab ia tidak pernah menjadikan dunia sebagai batas pengetahuan dan ambisinya. Pengetahuan dan ambisi hidupnya jauh melampaui dunia fana ini sampai ke akhirat yang kekal-abadi. Ia sadar bahwa kalaupun hidupnya harus susah di dunia, maka itu tidak akan berlangsung selamanya. Dunia ini sangat sementara dan sangat singkat perjalanannya. Adapun akhirat merupakan tempat yang jauh lebih hakiki dan kekal untuk dijadikan ambisi.





وَمَنْ أَرَادَ الْآَخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu'min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik." (QS Al-Israa ayat 19)

Sebaliknya, orang-orang kafir sedemikian obsesinya untuk meraih kesenangan secepat mungkin, maka mereka menyangka bahwa hanya di dunia inilah ia perlu menikmatinya. Itulah sebabnya mereka demikian bersungguh-sungguh untuk mengejarnya. Mereka ingin memaksa agar surga segera dirasakan secepatnya di dunia fana ini. Mareka tidak sabar. Bahkan mereka tidak yakin masih ada lagi kehidupan selain di dunia ini. Maka daripada berspekulasi dengan akhirat yang belum pasti keberadaannya lebih baik bersegera mewujudkan surga di dunia ini dan menjauh dari neraka dunia sedapat mungkin. Harus kaya, harus senang, harus berkuasa sekarang. Jangan biarkan diri sedih dan menderita di dunia.

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ

نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا



"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir." (QS Al-Israa ayat 18)

sahabat


Apabila kau ingin berteman,

Janganlah kerana kelebihannya,

Kerana mungkin dengan satu kelemahan,

Kau mungkin akan menjauhinya….



Andai kau ingin berteman,

Janganlah kerana kebaikannya,

Kerana mungkin dengan satu keburukan,

Kau akan membencinya….



Andai kau inginkan sahabat yang satu,

Janganlah kerana ilmunya,

Kerana apabila dia buntu,

Kau mungkin akan memfitnahnya….



Andai kau inginkan seorang teman,

Janganlah kerana sifat cerianya,

Kerana andai dia tidak pandai menceriakan,

Kau mungkin akan menyalahkannya….



Andai kau ingin bersahabat,

Terimalah dia seadanya,

Kerana dia seorang sahabat,

Yang hanya manusia biasa….



Jangan diharapkan sempurna,

Kerana kau juga tidak sempurna,

Tiada siapa yang sempurna…

Tapi bersahabatlah kerana Allah…

28 February 2009

iktilat


Tajuk seperti ramai yang tau kot….Bukan bende baru...dah jadi macam rahsia umum.....uncodified law....ye ke?Cerita yang telah lama berlegar di kalangan pendokong da’wah (?) dan yang segolongan dengannya yang claim bawak da’wah (sebab katenya sibuk berpersatuan...?). Cume saye meminjam istilah ustaz Maszlee Malik.

Isu yang timbul, mungkin dari salah faham atau dan faham tapi hati....soalnya cinta ..jiwang ..Sebab tu seorang rakan pernah bagitau...masalah yang timbul dalam diri seorang dai’e berpunca dari dua benda je....samada as-syubhah (ketidakjelasan, ketidakfahaman terhadap beberapa perkara prinsip dan lain2) dan atau as-syahwah (soal kehendak dan kecenderungan menyalahai kehendak syariah).Hah, betitik tolak daripada dua prinsip..atau premis di atas sekarang kita nilai sendiri masalah yang berlaku ni, disebabkan puncanya di mana?

Photobucket
Situasi-situasi

Situasi 1.
Satu program kepimpinan da’wah mahasiswa yang dirancang...projek mega kesatuan da’wah di kampus di sebuah IPT Islam terkemuka di tanahair. Ketua Program bernama WQ ( bukan nama sebenar?), seorang lelaki da’ei, thiqah maut, lelaki idaman malaya, alim alim kucing...dan penolongnya SY (tah aku main sebat je nama), wanita melayu terakhir, redup wajah, alimah (?) terbaik segala segi....thiqah beb. Hasil gandingan mantap program tu berjalan lancar , dan akhirnya mendapat respon baik dari peserta. Akhirnya dapat anugerah program terbaik sepanjang tahun. Maka atas dasar kemenangan itu, si ukhti muslimah ni pun hantarlah satu sms mengucapkan tahniah kat ketuanya. Ketuanya pun balas balik dan mengucap terima kasih. Dua tiga hari lepas tu, hantar sms pulak nasihat sempena ramadhan...dah tibe ni ucap doa2 baik. Tup2 tanya khabar pulak...dah lepas tu melarat pulak tanya khabar study pulak...perancangan lain 2 lagi....last2 sekali dah melekat kat hp tuh tak lepas2....kawan2 lain tengok ape hal mamat ni...dok senyum2 bace message...tengah makan sms, tengah main sms, tengah tido sms (ni dah lebih la...)

Situasi 2.
Seorang siswi dalam keadaan bingung. Keluarga di kampung mengharap keputusan yang cemerlang. Dia pulak sibuk dengan persatuan (da’wah beb...). nak catter adik2 junior lagi alah macam2 lah...tugas murobbi agung lah katakan. Dia tension dan tak tau nak cakap dan berkongsi ngan sape. Akhirnya selepas mendapat no hp seorang pimpinan ikhwah, dia pun tanyakan hal2 yang merungsingkan dia. Tanya solution, tanya macam2....si ikhwah pulak dengan baik dan tulus hati good faith beriya2 benarlah pergi sms balik, membantulah tu kononnya...guide balik...dah macam2 lah pulak. Hah ni terbaik, akhawat tu dah tengok ade yang concern, dah naik tochang...rase macam ikhwah tu ada hati kat dia...kalau pun takde dia ada hati...sebab tertarik dengan kesungguhan ikhwah ni membantu dia. Akhirnya dia pun meletakkan harapan ...faham2 je lah kan.Dah akhirnya ...dua situasi.,..kalau ikhwah tu terima cintanya....hah macam situasi kat atas lah jawabnya...dan kalau ditolak dengan sebab baiklah sangat budak laki ni dengan ikhlas hati sebenarnya nak bantu budak pompuan ni....dan bukan sebenarnya atas dasar cinta...tak frust menonggeng budak pompuan tuh?

Situasi 3.
konon2 nak tanya dan bincang pasal study. Dah dpat no hp seorang ikhwah yang boleh dikatakan tak de lah top sangat study dia...biase2 je. Yang minah sorang ni macam lah tak de akhawat lain yang top2 study. Gi sms laki ni...hah mule2 baik lah bincang pasal study..pas tu study ke mane ape ke mane…btul bende ni berlaku...tak caye? Minoriti kes pun bukan...selalu gak berlaku. Mule2 memang lah niat baik nak study, tapi lepas tu ke mana. Yang pompuan tu pun satu, macam lah takde student pompuan lain yang boleh bincang, saje cari peluang nak study dengan lain jantina....hhhh (menghela nafas lah)

Realiti
Ape pandangan anda? Ape pun alasan dan pandangan anda...inilah realiti yang sebenarnya berlaku di sekeliling kite...betul tak?....Dan yang best nye bile anda cube membetulkan keadaan (salah ke?...satu pertanyaan dari diorang2 ni lah) mereka akan jawab ni untuk da’wah...ni penting untuk membina masyrakat muslim...ehh takpe2. ni same2 buat da’wah...kitorang bincang pasal strategi da’wah di kampus dan bagaimana nak menangani isu kebejatan sosial muda mudi kite sekarang (baik punye cover...amek aku dua debik..poyo sangat nak tegur menegur(meminjam istilah Taufeq))

Sebenarnya banyak lagi situasi yang similar atau hampir 2 same. Sebab namenye pun manusia...tak lari mane...sebab ini soal hati....kan semua orang same je...akan merasai situasi yang same.Tapi yang pasti, saye bukannye cemburu dengan pengalaman setiap orang yang mungkin pernah melalui situasi2 di atas.....cume kadang2 terfikir....dah memang asas perkenalan tu tak jelas dan tak betul....nak betulkan dan justify macam mane?..........terpulang kat anda.Semuanya atas pilihan kite. Bukan kite tak boleh pilih dan pikir antara baik buruk....dah besau panjang......kalau tu memang saje buat bodo je tak nak dengar cakap orang2 tua....Ingat anda bawak da’wah. Jangan sampai da’wah dapat name buruk dengan sebab sikap dan perbuatan anda. Fikir2kan. Dont be selfish. Kan ada cara yang lebih mulia untuk dai’e.

Petikan : http://muhammadaimansalmi.blogspot.com/2007/12/cinta-daie-daieyyah-cerita-versi.html
Ikhlas Daripada PMI_MSU 0 nasihat dari sahabat

27 February 2009

yakin




“Bila mana keyakinan kita adalah keyakinan yang tertinggi pada Allah bahawa Dia sentiasa bersama kita,yang sempit menjadi lapang dan yang sulit menjadi tenang dan jiwa yang resah menjadi tenang.Bittaufiq wannajah.”